
Disinilah aku berdiri
Menanti sang mentari
Menyambut riang kicauan burung nan bernyanyi
Seolah mengobati rindu kepada sinar yang menghangatkan hati
Ku langkahkan kaki tuk megejar mimpi-mimpi
Ku ayunkan tangan tuk mengukir cita dihati.
Pelan tapi pasti
Melalui hamparan padi nan hijau berseri
Sesekali ku temui babi hutan nan kesal menampakkan diri
Dengan sisnis dia bertanya, kenapa kamu harus melawan nasib
ini?
Dengan jengkel dia berkata, janganlah kamu berkeras hati..
Tapi, aku tak peduli…
Pun juga takkan merintih
Dalam diam kuterus berlari, mengejar mimpi-mimpi
Obati hati akan rindu sang mentari…

0 komentar:
Posting Komentar